looking for?!!

Goresan Fajar


angin fajar menbelai lembut

menapaki setiap jengkal dayeuhkolot

menyapa mesra embun yang malu-malu dari balik ujung ilalang

sempurna?!

mungkin.

dingin masih saja merayap melalui sinar fajar dini hari

pelan namun menyayat perih

aku tertunduk

mencoba menguasai emosi

sepersekian detik aku membiarkan mematungkan diri

heeem ada luka rupanya

yang memaksa air mata itu keluar

menampakkan diri menyapa dunia

ya....

sampai sekarangpun aku enggan mencari

ada apa dibalik asa yang merona

namun usang dalam sekejap

salahkahku?

aku tak meminta

aku tak berharap

hanya berusaha menyembunyikan apa yang seharusnya tak ada

memerangi apa yang seharusnya tak ada

salahkah?

jika aku lelah

kuharap tak ada yang lebih tersakiti dariku

baik itu mereka ataupun kau....

ya kau yang Dia ijinkan memercikkan warna lain di hariku belakangan ini

dan Akupun Mundur Teratur

dini hari yang sepi
mencoba menjejaki angan yang berdesis pelan
lembut namun membekas
mengukir goresan yang mengusik
ada apa dengan asa?
masihkah harus bertanya apa kabar lekatan debu di ruang kosongku?
bukan ku pecundang,
bukan.
hanya saja....
ada enggan yang tertoreh
nyata
ada air mata jika ku tetap disini
yang mungkin makin membuat kakiku kelu tuk beranjak
namun untuk berlari, menjauh dari bayangan....ku tak yakin mampu

ada perih yang menyapa
adakah kau sadar?
aaah...entah lah
kuingin memantung sepi yang terpahat dari warna-warni bayang selama ini
menepi untuk menghindar
mungkin itu terbaik
untukku dan hatiku

ah mungkin memang Dia sedang mengajariku ikhlas pada apa yang mungkin bukan untukku
daaaan........apapun nantinya aku tau itu yang terbaik
bukannya sudah jelas janji-Nya dalam an-nuur: 26?
huft

//*ane mundur teratur dah....kalah telak sepertinya

setelah ini. . . ?

rasa malas rupanya bertahta kuat di kalbuku hari ini
dan makin arogan kala malam menyapa
kulihat tumpukan tugas
tertulis deadline!!!
aaah....
sepertinya ada yang salah dengan otakku
bukannya deadline yang aku baca,
namun bayangmu menyergap segera

kau
kau
dan kau
lagi lagi kau
hei ngapain kau datang lagi hah?

hem...
ada melodi yang berbisik merdu
ada not yang mengalir lembut
mengiringi setiap tarian ilalang
berbalut cahaya rembulan yang tersenyum tadi malam
saat senyummu tepat di depanku
di depanku?
ah padahal itu suatu kebetulan saja
hem...kebetulan yang indah

aku tau ini salah
akan ada luka nantinya jika dibiarkan
namun otakku seakan enggan mencerna arti menjauh
menjauh darimu
sebelum khidbah kau lantunkan dengan merdu untuknya,
akhwat sholeha yang ada di video

bodohnya aku...
seharusnya aku sadar,
sebentar lagi....ya sebentar lagi kedekatan ini akan berakhir
penghujung semester ganjil...
hem...bila targetmu tercapai...itu artinya....
satu tahun lagi kau akan resmi menjadi imam dalam keluarga barumu

hem....bukannya aku harus bahagia
setidaknya kakakku yang belagu ini telah dewasa
namun benarkah aku bahagia?
ahhh dasar syaitan memang ahli menggoda hati

bolehkah aku bertanya...
setelah semua terjadi
setelah satu tahun lagi
masihkah aku adikmu?
masihkah ada perhatian itu?
masihkah kau meluangkan waktu untuk mengajariku?
masihkah kau bertanya sampai mana hafalanku?
masihkah berulang semuanya?
bolehkah jika aku merindunya?
ahhh....ku harap aku masih akan mendengar pertanyaan klasikmu
"hei orang jelek, udah makan belom?"

ahhh dasar monster
entah mengapa semua serasa begitu berat
seperti nafas yang sekarang enggan untuk berhembus
seperti ari mata yang sekarang enggan menampakkan ronanya

salahkah ini semua?
ahhh tentu saja salah
dan....bukannya jelas dalam an-nuur 26?
lalu....
betapa bodohnya aku jika masih bertanya
"pantaskah aku untukmu, akh?"


// kicauan angin malam yang berhembus dan berharap tak kembali //

Aku dan Caraku Membangun Bangsa




Aku bukan siapa-siapa.
Hanya gadis desa yang tak mengerti apa-apa. Hanya remaja yang sedang mencari jati diri.
Aku tak punya apa-apa.
Terlahir di keluarga sederhana. Namun mamaku tak pernah mengeluh karena masalah apapun termasuk jika aku meminta tambahan uang jajan.
Aku merasa selalu dan selalu kekurangan. Berapapun uang jajanku selalu kurasa kurang. Aku iri pada mereka, teman-temanku yang uang sakunya berkali-kali lipat dibandingkan aku.

Namun semuanya berubah.
Allah menegurku dengan pelan, dengan lembut melalui sosok bersahaja yang selalu semangat tanpa kenal mengeluh meski dalam kondisi jauh dari kata kecukupan. Ya….Dia mengajariku arti hidup melalui anak-anak jalanan….sosok dekil, lusuh, bau, jorok dan liar. Sosok yang tak pernah lepas dari pandangan sebelah mata orang-orang. Sosok yang selama ini menjijikkan bagiku….menakutkan. namun ternyata sosok itu yang mampu mengajariku banyak hal.

Mereka mengajariku membaca goresan tinta-Nya akan arti kesabaran, keikhlasan dan bersyukur. Mereka mengajariku mengeja rangkaian kata-kata-Nya tentang kerasnya kehidupan yang akan indah jika kita tahu seni menikmatinya. Mereka mengajariku banyak hal, termasuk berani bermimpi….bermimpi suatu saat aku bisa menghadiahkan ‘panti teknologi’ untuk mereka dan anjal(anak jalanan) lainnya. Karena aku bukan orang kaya yang mampu memberi mereka hadiah berupa materi, yang bisa kuberikan hanya ilmu yang kumiliki, ilmu yang insayaAllah mampu mereka jadikan bekal untuk meraih masa depan yang lebih baik.

Aku tahu mereka hanya perlu kesempatan dan ruang untuk menunjukkan pada dunia bahwa mereka sebenarnya bisa, mereka mampu berkarya sama seperti anak-anak lainnya. Suatu saat dieranya, merekalah yang akan menjadi pemimpin bangsa, merekalah yang akan menentukan akan dibawa kemana bangsa ini.
Aku yakin mereka hanya butuh sedikit bimbingan untuk merubah nasib mereka kearah yang lebih baik. Mreka punya potensi yang akan luar biasa jika diasah sedikit saja. Mereka tidak bodoh, hanya saja mereka tak punya fasilitas yang dimiliki anak-anak seusianya.

Anak jalanan telah membuka mataku. Mengerti betapa tragisnya kehidupan ini. Di negeri sekaya ini, surga dari segala sumber daya baik alam maupun manusia, malah banyak masyarakatnya yang ada dibawah garis batas minimum kemiskinan. Ada apa? Apanya yang salah? Mengapa geb antara si kaya dan si miskin terlalu jauh? Mengapa jumlah si miskin sangat banyak jika dibanding jumlah si kaya? Dan makin tahunnya kondisinya makin parah. Krisis dalam segala aspek kehidupan makin menjadi-jadi. Sementara mahasiswa yang bermahkotakan ‘generasi revolusioner’hany bisa mengkritisi tanpa pernah member solusi dan tindakan yang benar-benar riil. Hei, mau dibawa kemana bangsa ini nantinya?

Mungkin kau hanya gadis desa yang tak mengerti apa-apa dan tak punya apa-apa, namun aku tahu untuk melalukan sesuatu kita hanya butuh niat dan usaha, karena segala sesuatu yang besar tak pernah ada jika tak dimulai dari yang kecil terlebih dahulu. Mungkin aku tak bisa mengubah keadaan bangsaku sekarang, karena aksi-aksiku pun mungkin dianggap kicauan burung pagi oleh para pejabat petinggi negeri, namun aku punya ilmu yang dengannya aku mampu berbagi dengan mereka, mutiara penerus bangsa yang kelak akan menjadi pemimpin bangsa, yang kelak akan merubah nasib bangsa kea rah yang jauh lebih baik.

cc<< thanks to adik2 anak jalanan buah batu dan panti asuhan al-fitroh. I love you.

Dini Hari yang Perih

pekat merayap
melalui kesunyian yang nyata
ada rasa perih semilir hadir
seiring kebekuan angin malam

dan dingin ini pun makin menjadi
kala anak hujan mendendangkan gemericik melodi alami,
membalut dini hari kota bandung
namun entah mengapa
rasa enggan mematungkanku untuk beranjak pergi

ah sampai kapan ku akan mampu bertahan....
mencoba menikmati kesakitan
yang makin lama makin dalam terpahat....?!

heeem aku tau Kau lebih tau yang terbaik

//*masa laluku ._.

ijinkan aku menepi

gersang
makin kering saja rupanya jiwa ini
selepas kepergianmu
ukhti sholeha yang sempat mengenalkanku pada indahnya ukuwah

sampai detik ini
jujur
ane
masih
belum
juga
mengerti
apa
maksud
anti
menjauh
seakan
meninggalkan
ane
sendiri
dalam
medan
tempur
yang
baru
saja
ane
masuki

boleh ane bertanya
  apa maksud anti?
boleh ane bertanya
  apa salah ane?
boleh ane bertanya
  apa anti sedang menghukum ane?
boleh ane bertanya
  atau anti sedang mendidik ane dengan cara anti seperti yang pernah anti bilang?

afwan ya ukhti, ane hanya tak mau ada salah faham
ada hati yang tak sengaja tersakiti
afwan
afwan jiddan jika ane salah
jika selama jadi mentee-mu ane mengecewakan
jika sejak awal kita kenal aku telah menyusahkanmu
membuatmu repot dengan tingkahku
dengan pemikiranku
dengan pertanyaan2ku yang serba ingin tau
afwan

afwan cuma bisa nyusahin
tanpa pernah bisa balas sedikitpun
kebaikan-kebaikan anti selama ini

afwan cuma bisa ngeluh
dan berharap anti bersedia merangkul ane
menjadi bagian dalam hangatnya dekapan ukuwah
seperti awal kita kenal
afwan

afwan cuma bisa nuntut
banyak hal tanpa ngasih usul solusinya
afwan

afwan jika memang ane salah
afwan jika anti kecewa karna ane
apalagi jika sempat ada hati yang tersakiti karna ane

ane tau anti tak hanya senior ane di kampus,
tapi juga senior ane dalam segala hal
ane yakin anti lebih paham yang terbaik untuk kehidupan anti dan ane
kaena itu . . . . .
jika anti hendak pergi . . . . .karna ane
berhentilah sejenak
lihatlah mata ini
ucapkan apa yang hendak anti ucapkan
karna ane akan pergi setelah ini
lingkungan ini butuh anti
karna itu jika harus ada yang pergi
itu adalah ane
bismilllah....assalamu'alaikum ya ukhti sholeha



//* dariku, adik sesaatmu
yang mencintaimu karena Allah, sekalipun pada akhirnya meninggalkanmu untuk kebahagiaanmu
agar kehadiranku tak mengotori warna-warni indah hari-hari duniamu

Air Mata Dalam Diamku

dan aku terdiam
kupandangi hape yang baru saja aku letakkan
sms-mu seakan membekukan otakku

"cantik kan? heem amien, doain aja ya dik"

ada yang salah dengan kata2 itu?
sepertinya tidak
biasa saja
tapi . . . .
hei . . . . rasa itu hadir lagi
rasa aneh
kesal?
iri?
benci?
ah apa ini???
atau ini cemburu itu?
bolehkah?

tengah malam . . . .ah bukan ini sudah dini hari rupanya
lalu mengapa mata ini enggan terpejam?
karnamukah?
ada apa denganku?
ada apa dengan otak ini?
ada yang tak beres
ya . . . .namun aku tak tau apa itu
ah sejauh apa sih kau masuk dalam sistem otakku?
bodohnya aku yang tak pernah menyadari

diam
kau tau
aku masih saja diam
diam dan diam

penat aku dengan semuanya
namun apalah daya
nyatanya kekesalan itu tak juga buat otakku menginstruksikan tubuhku untuk bergerak
menjauh darimu dan semuanya

aku ingin berlari
menjauh darimu
jauh hingga ku lupa arah kembali
tak pernah ku perduli akan kata pengecut
yang ku tau . . . . ada di dekatmu itu menyakitkan
namun . . . . aku tak mampu
dan ku hanya bisa DIAM

diam dalam keheningan
diam dalam kebisuan
diam dalam kegelapan
dan
diam dalam kesakitan karnamu
lalu . . . . pernahkah kau perduli?

kucoba rebahkan tubuh ini
kutarik dan hembuskan nafas perlahan
ada kedamaian
ada ketenangan
hanya sepersekian detik
dan hilang ketika memoriku mengabarkan akan waktu
aaah tidaaaaaaaak!!!!!
awal bulan desember
semester ini akan segera berakhir
semester awal bagiku dan semester tiga bagimu
itu arinya . . . .
satu setengah tahun lagi kau tak lagi sendiri
hem atau lebih cepat dari itu?
ah....mampukah aku?
menjabat tangannya . . . .mengucap selamat dan mendoakan rumah tangga kalian sakinah mawadah warohmah . . . .

ah. . . . kudekap reat kedua lututku
kusandarkan diri ke pojok kamar kost
kusembunyikan wajah diantara kedua lututku
agar tak ada yang tau bahwa AKU MENAGIS

ya Allah ada desir sakit di dalam sini . . . . . . . .

Afwan ya akhi . . . .

bukan maksudku acuh
bukan
sama sekali bukan
apalagi setelah semua kebaikanmu selama ini

andai antum tau
ingin rasanya sekarang melangkah
memenuhi ajakan antum untuk diskusi, sharing algoritma pemrograman bareng

namun . . . .
ane takut
ane takut mata ini menjelajah sepersekian detik di wajah antum
ane takut detak jantung ini berlari lebih cepat
ane takut ada hati yang berdesir pelan
ane takut Dia cemburu

afwan ya akhi
afwan telah membuatmu menunggu
namun kelu kaki ini untuk melangkah menemuimu
sekelu tangan ini untuk sekedar menombol tuts hp
memberi kabar ketidak-hadiranku
afwan
afwan ya akhi

aku hanya berusaha menjaga apa yang seharusnya dijaga
sungguh aku takut Dia cemburu

kau tau An-Nuur: 26?

aku hanya tak rela jika anak lelaki mertua ane yang sekarang entah berada dimana
membiarkan matanya 'bertamasya' diparas wanita lain
jika ane memenuhi undangan antum untuk berdiskusi berdua dan tanpa sengaja pandangan kita beradu.
sungguh ane nggak rela.
bukannya antum juga nggak rela jika itu terjadi pada anak perempuan mertua antum?

bismillah. . . . kita sama-sama belajar memperbaiki hijab ya.
insyaAllah :)

//* untuk seniorku, si monster lelaki sholeh *//

hijab mataku

bismillah....

dingin.
sekilas kulirik jam yang dari tadi setia memandangiku.
hampir tengah malam.
namun entah mengapa mata ini enggan terpejam, seakan memuaskan hasrat jemari untuk menari diatas keyboard.

apakah ini efek dari bayangmu yang tadi tiba-tiba muncul sesaat,
setelah sekitar lima menit lalu hape-ku berdering menghantarkan satu pesan singkat darimu?
ahhhh
itu hanya permainan setan!
yang coba mengajak bercanda imanku.
lalu?
mengapa ku masih menikmatinya hingga detik ini?

ahhh akhwat macam apa aku ini
menjaga pandangan saja suliiiiit
apalagi jika kau yang tiba-tiba muncul.
afwan ya 'Awuff....


ya Bashiir....afwan untuk hijab mataku yang masih compang camping
yang terkadang memandang apa yang bukan hak-ku
bahkan melalui sepersekian detik terkadang aku tak sadar membiarkan iblis mengajak mataku untuk berjalan-jalan menjelajah menikmatinya.

ya wahaab...anugerahkan keindahan itu padanya, pada ikhwan sholeh anak lelaki mertuaku yang masih Kau simpan, tapi nanti...nanti disaat yang tepat, disaat aku siap

dan sekarang...bantu aku menjaga hati ini ya Muhaimin....
agar tak terkotori oleh debu yang terbawa hembusan angin malam....
agar tak tersentuh oleh tarian ilalang senja....

Allahu akbar!!!