rasa malas rupanya bertahta kuat di kalbuku hari ini
dan makin arogan kala malam menyapa
kulihat tumpukan tugas
tertulis deadline!!!
aaah....
sepertinya ada yang salah dengan otakku
bukannya deadline yang aku baca,
namun bayangmu menyergap segera
kau
kau
dan kau
lagi lagi kau
hei ngapain kau datang lagi hah?
hem...
ada melodi yang berbisik merdu
ada not yang mengalir lembut
mengiringi setiap tarian ilalang
berbalut cahaya rembulan yang tersenyum tadi malam
saat senyummu tepat di depanku
di depanku?
ah padahal itu suatu kebetulan saja
hem...kebetulan yang indah
aku tau ini salah
akan ada luka nantinya jika dibiarkan
namun otakku seakan enggan mencerna arti menjauh
menjauh darimu
sebelum khidbah kau lantunkan dengan merdu untuknya,
akhwat sholeha yang ada di video
bodohnya aku...
seharusnya aku sadar,
sebentar lagi....ya sebentar lagi kedekatan ini akan berakhir
penghujung semester ganjil...
hem...bila targetmu tercapai...itu artinya....
satu tahun lagi kau akan resmi menjadi imam dalam keluarga barumu
hem....bukannya aku harus bahagia
setidaknya kakakku yang belagu ini telah dewasa
namun benarkah aku bahagia?
ahhh dasar syaitan memang ahli menggoda hati
bolehkah aku bertanya...
setelah semua terjadi
setelah satu tahun lagi
masihkah aku adikmu?
masihkah ada perhatian itu?
masihkah kau meluangkan waktu untuk mengajariku?
masihkah kau bertanya sampai mana hafalanku?
masihkah berulang semuanya?
bolehkah jika aku merindunya?
ahhh....ku harap aku masih akan mendengar pertanyaan klasikmu
"hei orang jelek, udah makan belom?"
ahhh dasar monster
entah mengapa semua serasa begitu berat
seperti nafas yang sekarang enggan untuk berhembus
seperti ari mata yang sekarang enggan menampakkan ronanya
salahkah ini semua?
ahhh tentu saja salah
dan....bukannya jelas dalam an-nuur 26?
lalu....
betapa bodohnya aku jika masih bertanya
"pantaskah aku untukmu, akh?"
// kicauan angin malam yang berhembus dan berharap tak kembali //