menapaki setiap jengkal dayeuhkolot
menyapa mesra embun yang malu-malu dari balik ujung ilalang
sempurna?!
mungkin.
dingin masih saja merayap melalui sinar fajar dini hari
pelan namun menyayat perih
aku tertunduk
mencoba menguasai emosi
sepersekian detik aku membiarkan mematungkan diri
heeem ada luka rupanya
yang memaksa air mata itu keluar
menampakkan diri menyapa dunia
ya....
sampai sekarangpun aku enggan mencari
ada apa dibalik asa yang merona
namun usang dalam sekejap
salahkahku?
aku tak meminta
aku tak berharap
hanya berusaha menyembunyikan apa yang seharusnya tak ada
memerangi apa yang seharusnya tak ada
salahkah?
jika aku lelah
kuharap tak ada yang lebih tersakiti dariku
baik itu mereka ataupun kau....
ya kau yang Dia ijinkan memercikkan warna lain di hariku belakangan ini

Tidak ada komentar:
Posting Komentar