looking for?!!

Aku dan Caraku Membangun Bangsa




Aku bukan siapa-siapa.
Hanya gadis desa yang tak mengerti apa-apa. Hanya remaja yang sedang mencari jati diri.
Aku tak punya apa-apa.
Terlahir di keluarga sederhana. Namun mamaku tak pernah mengeluh karena masalah apapun termasuk jika aku meminta tambahan uang jajan.
Aku merasa selalu dan selalu kekurangan. Berapapun uang jajanku selalu kurasa kurang. Aku iri pada mereka, teman-temanku yang uang sakunya berkali-kali lipat dibandingkan aku.

Namun semuanya berubah.
Allah menegurku dengan pelan, dengan lembut melalui sosok bersahaja yang selalu semangat tanpa kenal mengeluh meski dalam kondisi jauh dari kata kecukupan. Ya….Dia mengajariku arti hidup melalui anak-anak jalanan….sosok dekil, lusuh, bau, jorok dan liar. Sosok yang tak pernah lepas dari pandangan sebelah mata orang-orang. Sosok yang selama ini menjijikkan bagiku….menakutkan. namun ternyata sosok itu yang mampu mengajariku banyak hal.

Mereka mengajariku membaca goresan tinta-Nya akan arti kesabaran, keikhlasan dan bersyukur. Mereka mengajariku mengeja rangkaian kata-kata-Nya tentang kerasnya kehidupan yang akan indah jika kita tahu seni menikmatinya. Mereka mengajariku banyak hal, termasuk berani bermimpi….bermimpi suatu saat aku bisa menghadiahkan ‘panti teknologi’ untuk mereka dan anjal(anak jalanan) lainnya. Karena aku bukan orang kaya yang mampu memberi mereka hadiah berupa materi, yang bisa kuberikan hanya ilmu yang kumiliki, ilmu yang insayaAllah mampu mereka jadikan bekal untuk meraih masa depan yang lebih baik.

Aku tahu mereka hanya perlu kesempatan dan ruang untuk menunjukkan pada dunia bahwa mereka sebenarnya bisa, mereka mampu berkarya sama seperti anak-anak lainnya. Suatu saat dieranya, merekalah yang akan menjadi pemimpin bangsa, merekalah yang akan menentukan akan dibawa kemana bangsa ini.
Aku yakin mereka hanya butuh sedikit bimbingan untuk merubah nasib mereka kearah yang lebih baik. Mreka punya potensi yang akan luar biasa jika diasah sedikit saja. Mereka tidak bodoh, hanya saja mereka tak punya fasilitas yang dimiliki anak-anak seusianya.

Anak jalanan telah membuka mataku. Mengerti betapa tragisnya kehidupan ini. Di negeri sekaya ini, surga dari segala sumber daya baik alam maupun manusia, malah banyak masyarakatnya yang ada dibawah garis batas minimum kemiskinan. Ada apa? Apanya yang salah? Mengapa geb antara si kaya dan si miskin terlalu jauh? Mengapa jumlah si miskin sangat banyak jika dibanding jumlah si kaya? Dan makin tahunnya kondisinya makin parah. Krisis dalam segala aspek kehidupan makin menjadi-jadi. Sementara mahasiswa yang bermahkotakan ‘generasi revolusioner’hany bisa mengkritisi tanpa pernah member solusi dan tindakan yang benar-benar riil. Hei, mau dibawa kemana bangsa ini nantinya?

Mungkin kau hanya gadis desa yang tak mengerti apa-apa dan tak punya apa-apa, namun aku tahu untuk melalukan sesuatu kita hanya butuh niat dan usaha, karena segala sesuatu yang besar tak pernah ada jika tak dimulai dari yang kecil terlebih dahulu. Mungkin aku tak bisa mengubah keadaan bangsaku sekarang, karena aksi-aksiku pun mungkin dianggap kicauan burung pagi oleh para pejabat petinggi negeri, namun aku punya ilmu yang dengannya aku mampu berbagi dengan mereka, mutiara penerus bangsa yang kelak akan menjadi pemimpin bangsa, yang kelak akan merubah nasib bangsa kea rah yang jauh lebih baik.

cc<< thanks to adik2 anak jalanan buah batu dan panti asuhan al-fitroh. I love you.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar