menghentak seluruh sudut gelap tuang kalbu
setiap mata tanpa sengaja menangkap bayang sempurna
dan parahnya, seakan leher membeku
hingga enggan menoleh
memalingkan pandangan
ada rindu yang tersimpan rupanya
menggelora namun malu untuk sekedar menampakkan diri
makin menjadi
kala sosokmu makin menjauh
menjauh?
ah ini bukan suatu firasat atau kebetulan semata
bukan lagi egoku atau nafsu yang berbicara
ku tau mungkin karnanya
lalu?
ada yang salah?
hem. . . . mungkin memeng tidaknamun hanya saja. . . . .
ahh mungkin aku saja yang terlalu manja
terlalu berlebihan dalam mendefinisikan
namun jika benar hendak menjauh
apa masih boleh ku tau alasannya?
hem . . . . bodohnya ku yang masih bertanya
padahal semua udah lebih dari kata jelas
so . . . . kata yang paling tepat apalagi jika bukan
"SILAHKAN"
ah. . . . aku memag harus belajar ikhlas
ikhlas?
oh bukan
tapi juga siap
toh sekarang atau nanti tetap saja
ngk akan berubah endingnya
dia lebih dari sekedar indah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar